Rusia dan Ukraina Akan Membahas Sengketa Wilayah dalam Pembicaraan di UEA

Para negosiator Ukraina dan Rusia dijadwalkan untuk fokus pada isu teritorial yang kontroversial selama dua hari pembicaraan di Abu Dhabi yang dimulai pada hari Jumat, dengan kedua pihak tidak memberikan sinyal perubahan posisi apa pun seiring perang mendekati tahun keempatnya.

Negosiasi ini berlangsung ketika Ukraina menghadapi tekanan yang meningkat dari Amerika Serikat untuk mencapai kesepakatan perdamaian setelah invasi skala penuh Rusia pada Februari 2022. Moskow telah memperjelas bahwa mereka tidak akan menghentikan operasi militer kecuali Kyiv melepaskan kendali atas wilayah industri timur Donbas.


Zelenskiy: Donbas Adalah Isu Inti

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan bahwa sengketa atas Donbas akan menjadi fokus utama pembicaraan di Uni Emirat Arab.

“Masalah Donbas adalah kuncinya,” kata Zelenskiy menanggapi pertanyaan selama konferensi pers melalui WhatsApp. Ia menambahkan bahwa Ukraina, Rusia, dan Amerika Serikat akan membahas pandangan masing-masing pihak mengenai masalah ini selama pertemuan yang dijadwalkan pada hari Jumat dan Sabtu.

Komentar-komentar tersebut disampaikan setelah pembicaraan dengan Presiden AS. Donald Trump di Forum Ekonomi Dunia di Davos, yang oleh kedua pemimpin tersebut digambarkan sebagai hal yang positif.

Seorang ajudan senior mengatakan bahwa diskusi di Abu Dhabi dijadwalkan akan dimulai pada Jumat malam dan dilanjutkan pada pagi harinya.


Tuntutan Teritorial Putin Tetap Menjadi Titik Perselisihan

Presiden Rusia Vladimir Putin telah menuntut agar Ukraina menyerahkan sekitar 20% wilayah Donetsk yang masih dikuasainya — area seluas sekitar 5,000 kilometer persegi — sebuah syarat yang telah menjadi salah satu hambatan utama bagi setiap terobosan.

Zelenskiy berulang kali menolak menyerahkan wilayah yang gagal direbut pasukan Rusia meskipun telah terjadi pertempuran berkepanjangan dan mahal selama bertahun-tahun.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan pada hari Jumat bahwa desakan Rusia agar Ukraina menyerahkan Donbas tetap menjadi "syarat yang sangat penting" untuk penyelesaian.

Rusia dan Ukraina Akan Membahas Sengketa Wilayah dalam Pembicaraan di UEA

Sebuah sumber yang dekat dengan Kremlin mengatakan Moskow menafsirkan apa yang disebut "rumus Anchorage" — yang dibahas oleh Trump dan Putin pada pertemuan puncak Agustus lalu — sebagai pemberian kendali kepada Rusia atas seluruh Donbas sambil membekukan garis depan saat ini di tempat lain di Ukraina timur dan selatan.

Donetsk adalah salah satu dari empat wilayah Ukraina yang diklaim Rusia untuk dianeksasi pada tahun 2022 setelah referendum yang ditolak oleh Kyiv dan pemerintah Barat sebagai tidak sah. Sebagian besar negara terus mengakui Donetsk sebagai bagian dari Ukraina, meskipun Putin menegaskan bahwa wilayah itu secara historis adalah wilayah Rusia.


Pembicaraan Trilateral Pertama Sejak Perang Dimulai

Zelenskiy mengatakan pertemuan di Abu Dhabi akan menandai pembicaraan trilateral pertama yang melibatkan utusan Ukraina dan Rusia bersama mediator AS sejak dimulainya perang.

Tahun lalu, delegasi Rusia dan Ukraina bertemu langsung di Istanbul untuk pertama kalinya sejak tahun 2022. Seorang pejabat senior intelijen militer Ukraina juga mengadakan diskusi dengan perwakilan AS dan Rusia di Abu Dhabi pada bulan November.

Delegasi Rusia di UEA dipimpin oleh Laksamana. Igor Kostyukov, sedangkan tim Ukraina dipimpin oleh Rustem Umerov, sekretaris Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina.


Jaminan Keamanan dan Aset yang Dibekukan

Zelenskiy mengatakan bahwa kesepakatan tentang jaminan keamanan AS untuk Ukraina sudah siap dan dia sedang menunggu konfirmasi dari Trump mengenai tanggal dan lokasi penandatanganan.

Kyiv telah berulang kali meminta jaminan kuat dari sekutu Barat untuk mencegah invasi Rusia di masa depan setelah kesepakatan damai.

Sementara itu, Rusia menyarankan agar sebagian besar dari hampir 5 miliar dolar AS aset Rusia yang dibekukan di Amerika Serikat digunakan untuk membangun kembali wilayah Ukraina yang berada di bawah pendudukan Rusia. Ukraina, yang didukung oleh sekutu Eropa, justru menyerukan agar dana tersebut digunakan sebagai ganti rugi.

Zelenskiy menolak usulan Moskow sebagai "omong kosong", dan menambahkan bahwa Ukraina akan terus berupaya mendapatkan akses ke semua aset Rusia yang dibekukan.


Perang Berlanjut Seiring Memburuknya Kondisi Musim Dingin

Ukraina sedang mengalami salah satu musim dingin terberat selama perang, sementara serangan rudal dan drone Rusia terus menargetkan infrastruktur energi. Dengan suhu jauh di bawah titik beku, ratusan ribu penduduk di Kyiv dan kota-kota lain menghadapi pemadaman listrik yang berkepanjangan dan kekurangan pemanas.

Kyiv mengatakan peningkatan serangan menunjukkan bahwa Moskow tidak memiliki minat yang tulus terhadap perdamaian. Rusia membantah hal itu dengan mengatakan bahwa mereka mendukung solusi diplomatik tetapi akan terus mengejar tujuannya dengan cara militer selama negosiasi gagal menghasilkan kesepakatan.