Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah memperingatkan itu Ukraina Ukraina mungkin menghadapi kekurangan rudal yang dibutuhkan untuk perangnya melawan Rusia seiring dengan terus meningkatnya konflik di Timur Tengah. Ia mengatakan pertempuran tersebut mengalihkan perhatian dan sumber daya militer dari Kyiv pada saat Ukraina masih sangat bergantung pada dukungan pertahanan udara Barat.
Dalam sebuah wawancara, Zelensky mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin Amerika Serikat, Israel, dan Iran mendapat manfaat dari perang berkepanjangan karena melemahkan posisi Ukraina. Menurut Zelensky, semakin lama krisis di Timur Tengah berlanjut, semakin besar kemungkinan persediaan dan produksi pertahanan AS akan menipis, sehingga Ukraina akan kekurangan sumber daya penting.
Dia mengatakan situasi tersebut membuatnya merasa "sangat tidak nyaman," dengan alasan bahwa upaya menuju perdamaian di Ukraina berulang kali terhambat karena perhatian internasional telah beralih ke Iran dan konflik Timur Tengah yang lebih luas.
Pasokan Rudal Patriot Dipandang sebagai Kekhawatiran Utama
Zelensky mengatakan Ukraina "pasti" akan menghadapi kekurangan rudal Patriot, dan menggambarkannya sebagai tantangan serius bagi pertahanan negara tersebut. Ia menunjuk pada kecepatan penggunaan rudal di Timur Tengah dan menyarankan bahwa pertanyaan saat ini adalah berapa lama persediaan yang tersedia di sana akan bertahan sebelum dampaknya dirasakan di tempat lain.
Ia juga menyoroti skala produksi AS, dengan mengatakan bahwa Amerika memproduksi sekitar 60 hingga 65 rudal per bulan, atau sekitar 700 hingga 800 per tahun. Zelensky membandingkan hal itu dengan penggunaan 803 rudal yang dilaporkan pada hari pertama perang Timur Tengah, menggunakan perbandingan tersebut untuk menunjukkan seberapa cepat cadangan dapat habis selama konflik regional besar.
Bagi Kyiv, itu berarti perang di luar perbatasannya bukan lagi sekadar masalah diplomatik. Perang tersebut juga menjadi masalah militer langsung yang dapat memengaruhi kemampuan Ukraina untuk mempertahankan diri dari serangan Rusia.

Zelensky Mempertanyakan Pendekatan Trump Terhadap Perang
Zelensky juga mengomentari sikap Presiden AS Donald Trump terhadap invasi Rusia ke Ukraina. Dia mengatakan bahwa dia tidak percaya Trump berpihak sepenuhnya pada salah satu pihak dan menyarankan bahwa presiden Amerika ingin bertindak sebagai negosiator daripada secara terbuka berpihak pada Kyiv melawan Moskow.
Menurut Zelensky, Trump tampaknya bertekad untuk mengakhiri perang, tetapi dia dan para penasihatnya memilih untuk mempertahankan jalur dialog yang erat dengan Putin. Zelensky menyarankan bahwa sebagian dari strategi itu bertujuan untuk menghindari konfrontasi dengan Kremlin, terutama setelah ketegangan Putin dengan para pemimpin Eropa.
Pada saat yang sama, Zelensky mendesak Trump dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer untuk bertemu dan membangun kembali kesamaan pandangan. Ia mengatakan koordinasi yang lebih kuat di antara para pemimpin Barat sangat penting dan memperingatkan terhadap perpecahan pada saat perang di Ukraina berisiko terpinggirkan oleh peristiwa di Timur Tengah.
Kunjungan ke Inggris Menyoroti Kekhawatiran atas Pergeseran Fokus Global
Zelensky menyampaikan pernyataan tersebut saat berkunjung ke London, di mana ia bertemu dengan Starmer dan kemudian berpidato di hadapan anggota parlemen. Kunjungan tersebut menyusul pertemuan di Paris dan terjadi tepat sebelum perjalanan yang dijadwalkan ke Madrid, yang menggarisbawahi upayanya untuk menjaga Ukraina tetap menjadi agenda utama ibu kota Eropa.
Starmer mengatakan penting untuk tetap memusatkan perhatian pada Ukraina meskipun perang di Timur Tengah semakin meluas. Zelenskyy menggemakan kekhawatiran itu, memperingatkan bahwa setiap pengurangan fokus, pengiriman senjata, atau persatuan politik akan secara langsung menguntungkan Rusia.
Di Parlemen, Zelensky mengatakan bahwa rezim di Rusia dan Iran terkait erat melalui permusuhan dan kerja sama persenjataan. Ia berpendapat bahwa negara-negara yang dibangun di atas kebencian tidak boleh diizinkan untuk mengancam Eropa atau sekutunya, memperkuat pesannya bahwa perang di Ukraina dan Timur Tengah semakin saling terkait.
Perang yang Lebih Luas dengan Konsekuensi Langsung bagi Ukraina
Komentar Zelensky mencerminkan kekhawatiran yang semakin meningkat di Kyiv bahwa konflik di Timur Tengah tidak hanya sekadar mengubah berita utama. Menurutnya, konflik tersebut menaikkan harga energi, menghabiskan persediaan rudal, mempersulit diplomasi, dan menciptakan keuntungan strategis baru bagi Moskow.
Saat Ukraina terus mempertahankan diri dari invasi skala penuh Rusia, Zelensky memperingatkan bahwa perang regional yang lebih lama di tempat lain dapat membuat tugas itu semakin sulit dengan menguras persenjataan yang paling dibutuhkan Ukraina.